Menitipkan barang itu satu hal. Menitipkan data diri itu hal lain, dan biasanya orang tidak terlalu memikirkannya sampai ada kabar kebocoran data di berita.
Padahal setiap kali Anda menitipkan tas di Storave, ada beberapa data pribadi yang berpindah tangan: nama, nomor WhatsApp, dan foto KTP Anda kalau Anda pernah check-in di outlet kami. Untuk mitra yang membuka outlet, datanya lebih banyak lagi: NIK, NPWP, foto KTP, sampai nomor rekening bank.
Artikel ini menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi pada data itu. Bukan janji pemasaran, tapi bagaimana sistemnya benar-benar bekerja, termasuk bagian yang masih kami kerjakan.
Daftar Isi
[Data apa saja yang Storave simpan](#1-data-apa-saja-yang-storave-simpan)
[Kenapa foto KTP diperlukan saat check-in](#2-kenapa-foto-ktp-diperlukan-saat-check-in)
[Bagaimana data sensitif disimpan](#3-bagaimana-data-sensitif-disimpan)
[Siapa saja yang bisa melihat KTP Anda](#4-siapa-saja-yang-bisa-melihat-ktp-anda)
[Kenapa mitra tidak bisa mengunduh KTP Anda](#5-kenapa-mitra-tidak-bisa-mengunduh-ktp-anda)
[Data pembayaran: kartu Anda tidak ada di server kami](#6-data-pembayaran-kartu-anda-tidak-ada-di-server-kami)
[Ringkasan: apa yang dilindungi dan bagaimana](#7-ringkasan-apa-yang-dilindungi-dan-bagaimana)
[Yang masih kami kerjakan](#8-yang-masih-kami-kerjakan)
[Apa yang bisa Anda lakukan](#9-apa-yang-bisa-anda-lakukan)
[Pertanyaan yang sering diajukan](#10-pertanyaan-yang-sering-diajukan)
[Penutup](#11-penutup)
Data apa saja yang Storave simpan
Berbeda tergantung Anda pelanggan atau mitra.
Kalau Anda menitipkan barang:
- Nama, nomor WhatsApp, dan email
- Riwayat pesanan: outlet mana, kapan, berapa lama
- Foto KTP yang diambil petugas outlet saat check-in
- Foto barang yang Anda titipkan
Kalau Anda membuka outlet sebagai mitra:
- NIK dan foto KTP pemilik
- NPWP dan NIB (kalau ada)
- Foto selfie di depan toko, untuk verifikasi bahwa outletnya nyata
- Nomor rekening bank untuk pencairan pendapatan
Kami tidak menyimpan data yang tidak kami butuhkan. Tidak ada pelacakan lokasi di luar sesi pemesanan, tidak ada akses ke kontak atau galeri Anda di luar foto yang Anda pilih sendiri.
Kenapa foto KTP diperlukan saat check-in
Pertanyaan yang wajar, dan jawabannya sederhana: karena barangnya harus kembali ke orang yang benar.
Bayangkan skenarionya. Anda menitipkan koper, lalu pergi seharian. Sore hari ada orang datang ke outlet, menyebut kode booking Anda, dan minta kopernya. Tanpa bukti identitas yang tercatat saat penitipan, petugas outlet tidak punya cara untuk tahu apakah itu Anda atau bukan.
Foto KTP saat check-in adalah bukti yang menghubungkan orang yang menitipkan dengan barang yang dititipkan. Dan foto itu ber-watermark otomatis: setiap foto serah-terima diberi cap berisi waktu, lokasi, dan petugas yang mengambilnya. Kalau suatu saat ada sengketa, jejaknya jelas dan tidak bisa dikarang belakangan.
Foto itu tidak dipakai untuk hal lain. Tidak untuk iklan, tidak untuk dijual, tidak untuk verifikasi pihak ketiga.
Bagaimana data sensitif disimpan
Ini bagian teknisnya, dan kami sengaja menjelaskannya karena "data Anda aman" tanpa penjelasan itu tidak berarti apa-apa.
3.1. Nomor identitas dienkripsi, bukan sekadar disembunyikan
NIK mitra tidak disimpan apa adanya di database. Nomornya dienkripsi memakai standar industri yang sama yang dipakai perbankan dan lembaga pemerintah di seluruh dunia.
Artinya kalau seseorang berhasil mendapatkan salinan database kami, yang mereka lihat bukan nomor NIK melainkan deretan karakter acak yang tidak ada artinya tanpa kunci enkripsinya. Kunci itu tidak disimpan di database, jadi salinan database saja tidak cukup untuk membukanya.
Enkripsinya juga mendeteksi kalau datanya diubah, bukan sekadar menyembunyikan isinya. Kalau ada yang mengutak-atik satu karakter pun, sistem menolak membacanya alih-alih mengembalikan data yang salah tanpa ada yang sadar.
3.2. Foto KTP tidak ada di CDN publik
Ini yang paling sering salah di banyak layanan. Foto dokumen sering diperlakukan sama seperti foto produk: diunggah ke penyimpanan gambar yang bisa diakses siapa saja yang tahu alamatnya.
Di Storave, foto identitas tidak pernah menyentuh CDN publik kami. File-nya dienkripsi lebih dulu, lalu disimpan di penyimpanan terpisah yang sama sekali tidak punya alamat publik. Bahkan nama filenya pun acak, bukan ktp-3201012501900001.jpg yang membocorkan NIK hanya dari namanya, melainkan pengenal acak tanpa arti.
Yang tersimpan di sana bukan gambar. Kalau seseorang entah bagaimana mendapatkan file mentahnya, yang mereka dapat adalah data terenkripsi, bukan foto KTP.
3.3. Kata sandi tidak bisa dibaca siapa pun, termasuk kami
Kata sandi Anda tidak disimpan sebagai teks, melainkan diacak lewat proses satu arah yang tidak bisa dibalik.
Konsekuensinya: kalau Anda lupa kata sandi, kami tidak bisa memberitahukannya kepada Anda, karena kami sendiri tidak tahu. Kami hanya bisa mengirim tautan untuk membuatnya baru. Kalau ada layanan yang bisa mengirimkan kata sandi lama Anda lewat email, itu tanda kata sandinya tidak disimpan dengan benar.
Siapa saja yang bisa melihat KTP Anda
Daftarnya pendek, dan itu disengaja:
Pihak | Bisa lihat KTP Anda? | Keterangan |
|---|---|---|
Petugas outlet tempat Anda menitipkan | Ya | Hanya untuk pesanan di outletnya sendiri |
Outlet Storave lain | Tidak | Dibatasi per outlet |
Tim verifikasi Storave | Ya | Untuk penanganan sengketa dan verifikasi mitra |
Pelanggan lain | Tidak | Tidak pernah ditampilkan ke pengguna lain |
Pengiklan / pihak ketiga | Tidak | Kami tidak menjual data |
Yang menegakkan ini bukan sekadar kebijakan tertulis, tapi kode. Setiap permintaan untuk melihat dokumen identitas diperiksa: apakah pemintanya berhak atas dokumen ini? Kalau bukan miliknya dan bukan tim yang berwenang, sistem tidak mengembalikan apa pun. Bukan pesan "akses ditolak" yang justru membocorkan bahwa dokumennya ada, melainkan seolah dokumennya memang tidak ada.
Kenapa mitra tidak bisa mengunduh KTP Anda
Petugas outlet perlu melihat foto KTP saat menyerahkan kembali barang Anda. Tapi "melihat" dan "menyimpan" itu dua hal berbeda.
Tautan untuk membuka foto identitas di Storave punya tiga sifat:
- Berbatas waktu. Tautannya kedaluwarsa dalam hitungan menit, bukan permanen.
- Bertanda tangan digital. Tidak bisa ditebak atau dikarang; alamat yang diubah sedikit saja langsung ditolak.
- Tidak di-cache. Peramban diminta untuk tidak menyimpan salinannya ke disk, jadi tidak tertinggal di komputer outlet.
Setiap kali petugas perlu melihatnya lagi, sistem menerbitkan tautan baru, dan setiap penerbitan itu diperiksa haknya. Tidak ada satu alamat permanen yang bisa disalin, disimpan, atau dibagikan.
Data pembayaran: kartu Anda tidak ada di server kami
Ini yang paling ringkas untuk dijelaskan: Storave tidak menyimpan nomor kartu Anda sama sekali.
Pembayaran diproses oleh Xendit, penyedia pembayaran berlisensi Bank Indonesia yang tersertifikasi PCI DSS. Saat Anda membayar, data kartu Anda berjalan langsung dari perangkat Anda ke sistem mereka. Yang sampai ke kami hanya konfirmasi bahwa pembayarannya berhasil.
Artinya, walaupun sistem Storave dibobol, nomor kartu Anda tidak ada di sana untuk diambil. Ia memang tidak pernah ada.
Ringkasan: apa yang dilindungi dan bagaimana
Data | Cara disimpan | Terlihat oleh |
|---|---|---|
Kata sandi | Diacak satu arah, tidak bisa dibalik | Tidak ada, termasuk kami |
Nomor kartu / rekening pembayar | Tidak disimpan | Hanya Payment Gateway |
NIK mitra | Terenkripsi | Tim verifikasi |
Foto KTP, NPWP, selfie | Terenkripsi, penyimpanan privat | Pemiliknya, outlet terkait, tim verifikasi |
Foto KTP check-in pelanggan | Terenkripsi, penyimpanan privat | Outlet terkait, tim verifikasi |
Nama, WhatsApp, email | Teks biasa, akses terbatas peran | Outlet terkait, tim Storave |
Riwayat pesanan | Teks biasa, akses terbatas peran | Pemesan dan outlet terkait |
Satu catatan jujur soal baris terakhir: nama dan nomor WhatsApp tidak dienkripsi di database, karena outlet perlu menghubungi Anda dan sistem perlu mencarinya. Yang melindunginya adalah pembatasan akses per peran, bukan enkripsi. Kami lebih memilih mengatakan ini terus terang daripada memberi kesan semuanya terenkripsi.
Yang masih kami kerjakan
Bagian ini biasanya tidak ada di artikel seperti ini. Kami menuliskannya karena keamanan bukan status yang selesai, melainkan pekerjaan yang terus berjalan, dan karena Anda berhak tahu.
Enkripsi nomor rekening bank mitra. Sistemnya sudah selesai dibangun dan diuji, dan sedang dalam proses penerapan bertahap ke data yang sudah ada. Sampai proses itu tuntas, nomor rekening mitra dilindungi oleh pembatasan akses, belum oleh enkripsi.
Audit akses dokumen identitas. Saat ini kami mencatat siapa yang menerbitkan tautan ke sebuah dokumen. Kami sedang memperluasnya agar setiap pembukaan dokumen tercatat lengkap, sehingga pola akses yang tidak wajar bisa terdeteksi lebih awal.
Kebijakan retensi otomatis. Data pesanan yang sudah lama seharusnya dihapus dengan sendirinya, bukan menunggu diminta. Ini sedang kami bangun.
Kalau Anda menemukan celah keamanan di layanan kami, beri tahu kami di [email protected]. Kami menanggapinya serius dan tidak akan mempermasalahkan pelapor yang beritikad baik.
Apa yang bisa Anda lakukan
Keamanan itu dua arah. Beberapa hal yang membantu:
- Jangan bagikan kode booking Anda ke siapa pun selain petugas outlet. Kode itu adalah bukti kepemilikan barang Anda.
- Pakai kata sandi yang berbeda dari layanan lain. Kebocoran di layanan lain tidak boleh jadi jalan masuk ke akun Storave Anda.
- Periksa foto serah-terima saat check-out. Kalau ada yang janggal, laporkan saat itu juga, bukan seminggu kemudian.
- Minta penghapusan data kapan saja lewat pengaturan akun atau dengan menghubungi kami.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apakah foto KTP saya dijual atau dibagikan ke pihak ketiga?
Tidak. Foto identitas hanya dipakai untuk memverifikasi serah-terima barang dan menangani sengketa. Kami tidak menjual data pelanggan maupun mitra kepada siapa pun.
Berapa lama foto KTP saya disimpan?
Selama diperlukan untuk penanganan sengketa dan kewajiban pencatatan. Kebijakan penghapusan otomatis sedang kami bangun. Sampai itu berjalan, Anda bisa meminta penghapusan kapan saja dengan menghubungi kami.
Kalau database Storave bocor, KTP saya ikut bocor?
Foto identitas tidak disimpan di database, dan file-nya sudah dalam bentuk terenkripsi di penyimpanan terpisah. Salinan database saja tidak cukup untuk membukanya, karena kunci enkripsinya tidak berada di sana. NIK mitra juga tersimpan terenkripsi dengan cara yang sama.
Petugas outlet bisa menyimpan foto KTP saya di ponselnya?
Tautan untuk melihat foto berbatas waktu dan tidak di-cache, jadi tidak tertinggal di perangkat. Yang tidak bisa dicegah teknologi mana pun adalah seseorang memotret layar. Karena itu setiap akses tercatat atas nama akun yang membukanya, dan outlet tahu bahwa jejaknya ada.
Apakah Storave menyimpan nomor kartu kredit saya?
Tidak, sama sekali. Pembayaran diproses Xendit yang tersertifikasi PCI DSS. Data kartu Anda tidak pernah melewati server kami.
Bagaimana kalau saya ingin akun dan data saya dihapus?
Hubungi kami lewat aplikasi atau [email protected]. Data pribadi Anda akan dianonimkan. Catatan transaksi tetap disimpan sesuai kewajiban pembukuan, tapi tidak lagi terhubung dengan identitas Anda.
Penutup
Kami tidak akan bilang "data Anda 100% aman", karena tidak ada layanan yang jujur bisa mengatakan itu. Yang bisa kami katakan adalah apa yang benar-benar kami lakukan:
- Foto identitas dienkripsi dan tidak pernah diletakkan di penyimpanan publik
- NIK mitra dienkripsi dengan standar yang sama yang dipakai perbankan
- Nomor kartu Anda tidak ada di sistem kami untuk bisa bocor
- Akses ke dokumen identitas dibatasi per peran dan per outlet, ditegakkan oleh kode
- Kami menuliskan juga bagian yang belum selesai, alih-alih menyembunyikannya
Kalau ada pertanyaan yang belum terjawab di sini, tanyakan langsung. Kami lebih senang menjelaskan daripada Anda menebak-nebak.
Titipkan barang Anda dengan tenang. [Cari outlet Storave terdekat →](https://storave.com)
Punya outlet dan ingin bergabung? [Daftar jadi mitra Storave →](https://partner.storave.com/)
Terakhir diperbarui: 23 Agustus 2026. Pertanyaan keamanan dan bantuan umum: [email protected]
